|
Ada yang beranggapan
kondisi tubuhnya aman-aman saja karena selama ini tidak
merasakan adanya keluhan, sehingga dia tidak perlu berjaga-jaga
secara berlebihan. Namun, sebagian ada juga yang sangat
sadar akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan tulang
di usia tersebut. Siapa sih yang tidak ingin hidup sehat
dengan tulang yang sehat pula sekaligus terhindar dari
ancaman Osteoporosis yang mengerikan.
Perlu tahu Indikasi dan Gejala Osteoporosis
Pada tahap awal orang terkena osteoporosis, seringkali
tidak ada gejala yang dirasakan. Anda tidak merasakan
sesuatu yang tidak beres pada tubuh. Karena penyakit
ini berkembang secara lambat dan bertahap, maka penyakit
ini biasa disebut "silent disease".
Kondisi rendahnya massa tulang dan tulang keropos ini
biasanya baru disadari setelah seseorang mengalami patah
tulang karena trauma ringan atau jatuh. Patah tulang
akibat osteoporosis umumnya terjadi pada tulang pinggul,
tulang belakang atau pergelangan tangan.
Osteoporosis dapat disebabkan oleh massa tulang yang
tidak maksimal di masa peak bone mass (puncak massa
tulang) pada umur 30 tahun, sehingga selama menopause
massa tulang dapat turun drastis dan menyebabkan osteoporosis
(rapuh tulang). Wanita kehilangan sekitar 10% massa
tulangnya pada lima tahun pertama masa menopause. Penelitian-penelitian
menunjukkan, sekitar separuh dari wanita berusia di
atas 60 tahun mengalami sekurangnya satu kali patah
tulang akibat osteoporosis.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), osteoporosis
didefinisikan sebagai: "Kondisi dimana tulang menjadi
tipis, rapuh, keropos dan mudah patah / fraktur akibat
berkurangnya massa tulang, khususnya kalsium yang terjadi
pada waktu lama."
Penyebab Osteoporosis
Kerangka manusia terdiri dari 206 tulang yang terdiri
dari kumpulan jaringan yang hidup dan keras yang berfungsi
untuk menopang tubuh, mendukung otot, dan melindungi
organ-organ dalam terhadap cedera. Peran penting lainnya,
tulang bertindak sebagai tempat persediaan kalsium.
Sekitar 2% berat orang dewasa (1,0-1,4 kilogram) terdiri
dari kalsium. Sekitar 99% kalsium terdapat dalam tulang
dan gigi, 1% sisanya dalam cairan tubuh dan jaringan
lunak.
Agar tubuh dapat berfungsi dengan baik, tingkat kalsium
yang konstan harus tepat terjaga di dalam plasma darah.
Setiap hari tubuh kita menerima dan mengeluarkan kalsium.
Pada orang dewasa yang sehat, perputaran kalsium dari
tulang adalah sekitar 500 mg (misalnya 500 mg kalsium
masuk ke tubuh dan 500 mg yang dilepas oleh tulang setiap
harinya). Untuk itu, apabila asupan kalsium tidak memadai
maka tulang akan melepaskan kalsium ke dalam darah.
Jika ketidakseimbangan antara jumlah kalsium yang diserap
dan jumlah kalsium yang dilepas terus berlanjut dalam
jangka waktu lama, maka persediaan kalsium di dalam
tulang akan menipis yang mengakibatkan rendahnya massa
dan kepadatan tulang sehingga meningkatkan resiko osteoporosis.
Siapa yang Beresiko Terkena Osteoporosis?
Osteoporosis dapat diwaspadai dari perkiraan faktor-faktor
resiko. Jika Anda termasuk salah satu kelompok dibawah
ini maka Anda beresiko tinggi terkena penyakit ini.
- Berusia lanjut, hal ini disebabkan
karena semakin tua kemampuan tubuh menyerap kalsium
oleh usus semakin berkurang.
- Wanita. Menurut Departemen Kesehatan
RI, wanita memiliki resiko osteoporosis lebih tinggi
dari yaitu 21,7%. Walau tak setinggi pada wanita,
pria juga beresiko terkena penyakit ini pada angka
14,8%.
- Orang Asia dan orang kulit putih karena
umumnya mempunyai kerangka tubuh yang lebih kecil
dibandingkan dengan ras Afrika dan Afrika-Amerika.
- Kekurangan asupan nutrisi, terutama
Kalsium dan Vitamin D .
- Mempunyai gaya hidup yang tidak sehat,
antara lain: kurang berolahraga, banyak merokok, dan
mengkonsumsi alkohol serta minuman yang berkafein.
- Mengalami menopause dini (sebelum umur
45 tahun) atau telah mengalami menopause.
- Memiliki postur tubuh yang kurus dan
kecil.
- Memiliki sejarah penyakit osteoporosis
dan patah tulang dalam keluarga, atau pernah patah
tulang di masa lalu.
- Rendahnya tingkat hormon seksual (estrogen
pada wanita dan testosteron pada pria).
- Dalam pengobatan dan penyakit
tertentu yang mempercepat kehilangan massa tulang
atau mempengaruhi metabolisme tulang, misalnya pemakaian
obat-obatan kortikosteroid, absorpsi gizi yang buruk,
dan penyakit ginjal kronis.
Komplikasi
Patah tulang sering terjadi dan merupakan komplikasi
serius dari osteoporosis. Seringkali dialami tulang
punggung dan pinggul yang langsung mendukung berat tubuh.
Walau biasanya bisa disembuhkan dengan tindakan operasi
modern, patah tulang punggung atau pinggul dapat menyebabkan
kelumpuhan dan bahkan kematian khususnya pada usia lanjut.
Patah pergelangan tangan biasanya dapat terjadi akibat
terjatuh. Terkadang, patah tulang punggung atau pinggul
dapat terjadi tanpa sebab karena tulang tersebut sudah
terlalu lemah.
Kalsium Sahabat Tulang
Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. 99%
kalsium berada dalam tulang dan gigi sedangkan 1%nya
ada di dalam tubuh. Bila tubuh kekurangan kalsium, tubuh
akan mengambilnya dari tulang dan bila terjadi terus
menerus, tulang dapat menjadi tipis, rapuh, dan mudah
patah.
Karena itu, sejak usia muda Anda perlu membentuk kepadatan
tulang yang maksimal, melalui gaya hidup yang sehat
dan memenuhi kebutuhan kalsium. Menabung tulang sejak
dini penting agar peak bone mass ini tercapai maksimal,
sehingga tabungan kalsium Anda saat memasuki menopause
cukup dan tulang tidak mudah keropos.
Kebutuhan kalsium harian adalah 1.000-1.200
mg per hari. Kebutuhan ini biasanya akan sulit dipenuhi
dari asupan makanan. Menurut penelitian Puslitbang Gizi
dan Makanan Departemen Kesehatan RI tahun 2002, rata-rata
orang Indonesia hanya mengonsumsi 254 miligram kalsium
per hari. Jadi, di samping mengonsumsi makanan yang
kaya kalsium, kebutuhan kalsium harian dapat dipenuhi
dengan mengonsumsi suplemen mengandung kalsium.
Vitamin D juga berperan penting dalam membantu mempertahankan
massa tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium
secara lebih efektif. Vitamin D merupakan regulator
positif bagi metabolisme kalsium dan meningkatkan penyerapan
kalsium sebanyak 2,5 kali. Karenanya, suplemen kalsium
yang mengandung vitamin D akan lebih efektif mencegah
osteoporosis dan mengurangi risiko patah tulang akibat
osteoporosis. Kebutuhan harian yang disarankan untuk
vitamin D adalah 200 hingga 400 IU / hari. Lebih lanjut
lagi, perawatan dengan vitamin D ternyata efektif bagi
pencegahan tulang keropos di masa tua.
Hasil penelitian Chapuy & Arlot tahun 1992 pada
orang-orang usia lanjut yang mengkonsumsi 600 miligram
kalsium dan 400 IU vitamin D tiap pagi dan sore mengalami
penurunan 43% terhadap risiko patah tulang panggul dan
penurunan 32% pada tulang bagian tubuh lainnya.
Di samping itu, Anda juga harus menghindari makanan
yang menghambat penyerapan kalsium. Misalnya tidak sarapan
atau makan kurang dari tiga kali sehari, merokok, atau
minum softdrink, minuman berkafein dan beralkohol.
CDR Fortos, suplemen kalsium dari CDR yang mengandung
600 mg kalsium dan 400 I.U. vitamin D, merupakan pilihan
tepat bagi Anda untuk mencegah dan mengatasi osteoporosis.
Sinergi dua zat gizi ini paling efektif dalam membantu
penyerapan kalsium oleh tubuh. Dalam bentuk effervescent
(larut air), CDR Fortos memberi manfaat kalsium setara
dengan 3 gelas susu. Bentuk effervescent membuat kalsium
dan vitamin D mudah larut dalam tubuh, serta membantu
mencukupi kebutuhan cairan pada orang berusia lanjut
yang umumnya kurang banyak minum air.
CDR Fortos tersedia dalam rasa jeruk segar, serta bebas
lemak, gula, dan pewarna serta pengawet buatan. Karenanya,
CDR Fortos aman dan sesuai bagi orang dewasa maupun
berusia lanjut yang ingin mengurangi gula, lemak, serta
ingin menghindari efek samping pewarna dan pengawet
buatan, juga bagi penderita diabetes. Bagi yang tidak
menyukai atau tidak dapat mengonsumsi susu, CDR Fortos
merupakan pilihan yang tepat karena suplemen ini juga
bebas laktosa.
Bagi Anda yang suka bepergian, CDR Fortos merupakan
pilihan yang tepat karena praktis untuk dibawa dan mudah
untuk dilarutkan dalam segelas air putih.
Selain konsumsi kalsium dan vitamin D, berolahraga dengan
teratur juga sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang.
Latihan beban yang memberi tekanan pada kerangka tubuh,
seperti tennis, berjalan kaki, jogging, menaiki tangga,
dan aerobic, sangat baik karena merangsang terbentuknya
tulang baru. Pria dan wanita yang melakukan olahraga
secara teratur mempunyai resiko patah tulang yang rendah.
|