| |
MENCEGAH DAN MENGATASI PENYAKIT
PADA MUSIM PANCAROBA
Hembing: Tuesday, 25 Jan 2005 11:16:15 WIB
Oleh Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma
Musim kemarau telah berlalu dan digantikan dengan musim
penghujan. Masa peralihan musim yang biasa disebut dengan
musim pancaroba biaanya diwarnai dengan timbulnya berbagai
jenis penyakit, terutama pada anak-anak dan orang-orang
yang daya tahan tubuhnya kurang. Udara yang sebelumnya
panas tiba-tiba menjadi dingin dan lembab. Kondisi tersebut
membuat tubuh kurang nyaman dan mudah terserang penyakit.
Penyakit yang biasanya muncul pada masa pancaroba, antara
lain gangguan saluran napas, masuk angin, influenza,
gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis.
Gangguan Saluran Napas
Pengaruh perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu
saluran pernapasan. Gejala awal gangguan saluran pernapasan
yaitu batuk, bronkhitis, pilek atau influenza disertai
bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh/demam. Demam
bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan gejala
dari penyakit lain misalnya influenza.
Demam ditandai dengan suhu tubuh di atas 37˚C
. Pada influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh
sekitar 38 °C - 40°C, selain itu kepala terasa
sakit, juga otot-otot dan sendi-sendi, terasa lelah,
kurang nafsu makan, suara parau, batuk yang tidak produktif,
sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak
memerah, radang mata, keluar ingus, dan kongesti hidung.
Panas tubuh biasanya lebih tinggi pada anak-anak dibandingkan
pada orang dewasa. Gejala-gejala tersebut berangsur-angsur
berkurang dan biasanya akan hilang sesudah 3-5 hari,
namun batuk dan rasa lemah serta keletihan tetap.
Batuk merupakan gejala awal penyakit saluran napas,
kadang ditandai dengan bersin-bersin, sesak napas, dan
demam ringan sampai sedang. Penyakit saluran napas diantaranya
yaitu bronkhitis. Penyakit ini memang lebih sering terjadi
pada udara yang lembab dan berhawa dingin. Bronkhitis
diantaranya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus,
dimulai saat bakteri atau virus mengiritasi bronkhus
sampai akhirnya terjadi pembengkakan.
Gangguan Pencernaan
Salah satu gangguan pencernaan yang biasanya muncul
pada musim pancaroba dan awal musim hujan adalah diare.
Diare ditandai dengan keluarnya buang air besar yang
sangat encer seperti air, dan berlangsung terus menerus.
Penyakit ini sebenarnya dapat digolongkan penyakit ringan,
tetapi jika terjadi secara mendadak dan kurang mendapat
perawatan maka diare juga dapat berakibat fatal, terutama
apabila diare tersebut terjadi pada anak balita. Berhubung
diare dapat menyebabkan terjadinya kehilangan cairan
tubuh yang berlebihan (dehidrasi) dan elektrolit, sehingga
tubuh menjadi lemah dan lemas, apalagi kalau diare disertai
dengan muntah-muntah. Penderita harus diberi minum sebanyak-banyaknya,
serta diberi oralit . Bila diare tidak juga berhenti
maka penderita harus segera di bawa ke dokter. Penyakit
diare dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satu
penyebab yang paling umum adalah suatu infeksi ringan
pada usus yang disebabkan bakteri, amuba, juga infeksi
virus atau flu usus. Juga dapat disebabkan karena makanan
dan minuman yang tercemar.
Gangguan pencernaan lain yang sering timbul pada musim
pancaroba adalah demam tifoid atau penyakit tifus abdominalis.
Merupakan suatu penyakit peradangan pada usus yang disebabkan
oleh infeksi bakteria. Penyakit ini dapat terjadi melalui
pengkonsumsian makanan dan minuman yang terinfeksi oleh
bakteri Salmonella typhosa.
Penyakit typhus abdominalis sangat cepat penularannya,
yaitu melalui kontak dengan seseorang atau hewan yang
terinfeksi. Pembuangan air kotoran yang tidak memenuhi
syarat dan kondisi saniter yang tidak sehat menjadi
faktor terbesar dalam penyebaran penyakit ini.
Tanda atau gejala penyakit tifus diawali dengan demam
panas yang makin lama makin tinggi , selama panas tinggi
penderita sering mengigau. Selain itu kepala terasa
sakit, menggigil, berkeringat, letih, lemah, tidak nafsu
makan dan berat badan berkurang, peradangan pada cabang
tenggorokan, mual, muntah-muntah dan sakit perut yang
mendadak.
Untuk perawatannya diusahakan untuk menurunkan panasnya
dengan obat yang mempunyai efek antibiotik dan antipiretik.
Istirahat di tempat tidur sampai semua tanda penyakit
hilang. Makan makanan yang mengandung banyak cairan
seperti sop, bubur cair dan lain-lain.
Penyakit pada musim pancaroba dapat menyerang siapa
saja, namun biasanya lebih sering pada orang-orang yang
daya tahan tubuhnya lemah, mobilitas tinggi, dan pada
anak-anak. Kemunculan penyakit penyakit tersebut kasusnya
menjadi tinggi pada awal perubahan musim/pancaroba karena
banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan
virus penyebab penyakit, juga tak lepas dari pola pengkonsumsian
makanan. Penyakit tersebut dapat timbul karena adanya
bakteri atau virus yang mencemari makanan atau minuman.
Penyakit-penyakit pada musim pancaroba tersebut akan
terus berulang seiring dengan perubahan musim, namun
setidaknya kita bisa mencegah atau mengantisipasinya,
yaitu antara lain :
- menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan
tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang
makan
- hat-hati mengkonsumsi makanan, jangan jajan sembarangan.
- Minum air yang bersih dan matang
- Menjaga kebersihan lingkungan, memberantas lalat,
nyamuk, kecoa, semut
- Makan makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat
yang cukup serta hidup yang teratur, untuk meningkatkan
daya tahan tubuh.
- Bila terjadi keluhan yang serius, segera pergi ke
dokter.
Berikut beberapa resep tumbuhan obat yang dapat digunakan
untuk membantu mengatasi beberapa penyakit pada musim
pancaroba.
Resep 1.
30 gram daun jambu biji + 20 gram kunyit, dicuci dan
dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa
300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari. (digunakan
untuk diare)
Resep 2
10-15 gram sambiloto kering atau 20-30 gram yang segar
+ 30 gram patikan kebo + 30 gram temu lawak + 20 gram
kunyit, dicuci, dipotong-potong, dan direbus dengan
800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum
2 kali sehari. (untuk typhus abdominalis, diare, dan
disentri).
Resep 3
25 gram jahe + 25 gram kencur + 5-7 lembar daun sirih
+ 10 gram kulit jeruk mandarin, dicuci dan direbus dengan
600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum
2 kali sehari. (untuk bronkhitis, batuk, influenza)
Resep 4
30 gram pegagan + 10 gram sambiloto, dicuci dan direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan
1 sendok makan madu, airnya diminum 2 kali sehari. (untuk
influenza, radang saluran napas/bronkhitis, batuk rejan,
radang paru).
Catatan :
" untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci enamel
atau panci kaca.
" Lakukan secara teratur, dan tetap konsultasi
ke dokter.
Sumber: http://cybermed.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Hembing&newsno=95
|
|