| |
MENCEGAH DAN MENGATASI RADANG
AMANDEL (TONSILITAS) DENGAN CARA ALAMIAH
Hembing: Tuesday, 6 Apr 2004 13:7:33 WIB
Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma
Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid
yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung
lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi mencegah agar
infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara
menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung,
dan kerongkongan, oleh karena itu tidak jarang tonsil
mengalami peradangan. Peradangan pada tonsil disebut
dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu
gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan). Tonsilitis
dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak
parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya
menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan
radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang
dan berlangsung lama.
Radang amandel/tonsil (tonsilitis) disebabkan oleh
infeksi bakteri kelompok A streptokokus beta hemolitik,
namun dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain
atau oleh infeksi virus. Pada radang amandel yang akut
biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang
ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan,
kadang-kadang muntah. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel
menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi,
nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala,
dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah
di dalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan
akan terasa mengerut sehingga sukar menelan.
Pada tonsilitis kronis dapat mengakibatkan kekambuhan
sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil.
Serangan terjadi secara berulang-ulang, tonsil kelihatan
membesar, merah, dan terjadi abses (berbintik-bintik
nanah berwarna putih kekuning-kuningan). Pembesaran
tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri
dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan
pernapasan.
Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil
yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan
pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak
perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang
terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah
tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan
infeksi.
Untuk perawatan dan pengobatannya dilakukan beberapa
langkah sebagai berikut :
- Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti
sari buah, terutama selama demam.
- Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman
yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan,
dan manisan.
- Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
- Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
- diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter)
apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
- Istirahat yang cukup.
Namun apabila tonsilitis kronis dengan pembengkakan
tonsil yang terlalu besar sehingga mengakibatkan terganggunya
jalan pernapasan, atau munculnya komplikasi, biasanya
diperlukan pembedahan/operasi untuk mengeluarkan tonsil.
Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk perawatan
dan pengobatan radang amandel (tonsilitis) diantaranya
mempunyai efek sebagai antiradang, antibiotik, dan menghilangkan
bengkak (anti-bengkak).
Berikut ini beberapa contoh ramuan tumbuhan obat yang
dapat digunakan untuk radang amandel (tonsilitis) :
- Bubuk sambiloto sebanyak 3 - 4,5 gram diseduh dengan
200 cc air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk,
lalu diminum hangat-hangat. Atau 30 gram sambiloto
segar/15 gram yang kering, direbus dengan 800 cc air
hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya ditambahkan
200 cc jus buah nanas, diaduk, lalu diminum untuk
3 kali sehari, setiap kali minum 200 cc. (untuk tonsilitis
akut)
- 2 buah mengkudu/pace matang + 20 gram kunyit, dicuci
dan dihaluskan, disaring dan diambil airnya, tambahkan
air perasan 1 buah jeruk nipis, dan 1 sendok makan
madu, diaduk, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.
(untuk tonsilitis akut).
- 30 gram benalu jeruk nipis atau benalu teh + 30
gram temu putih + 10 gram sambiloto kering + 20 gram
kunyit, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400
cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari,
setiap kali minum 200 cc. (Untuk tonsilitis kronis
dengan pembesaran tonsil yang agak besar).
- 10 lembar daun cocor bebek dihaluskan atau dijus,
airnya digunakan untuk berkumur di tenggorokan. Lakukan
2-3 kali sehari.
- 30-60 gram akar kembang pukul empat dijus, airnya
digunakan untuk berkumur di tenggorokan, lalu ditelan.
Lakukan 2 kali sehari.
Sumber : http://cybermed.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Hembing&newsno=64
|
|